> Ternyata yang Teriak Gubernur Rasa Presiden Relawan 212, Kebodohan Dramatik Apalagi Ini?
Loading...

Ternyata yang Teriak Gubernur Rasa Presiden Relawan 212, Kebodohan Dramatik Apalagi Ini?

Loading...
Loading...


Hari ini mendadak media online mengangkat pemberitaan bahwa Anies Baswedan diteriaki Gubernur Rasa Presiden saat melakukan kerja bakti. Ada beberapa akun di Twitter yang menyebut bahwa pemberitaan ini adalah pemberitaan berbayar atau advertorial placement yang dilakukan tim Gubernur.

Akun @kurawa misalnya, mengunggah cuitan berbunyi "Diketawain sama orang advertising media neh, Gabener briefing beritanya serupa gini : Jorok banget caranya guyur ratusan juta beli berita disemua media online kagak mutu gini 😁😁 Yahhh uang rakyat lagi dia pakai !!!"

Akun @muchlis_ar pun mengunggah cuitan "judul2 berita anies kerja bakti di berbagai media ini sama. kelihatan rilis dari sumber yang sama. berbayar? silakan dicek. yg begini biasanya berbayar sih. rakyat dki jadi korban banjir. duit pajaknya dipakek untuk mengelabui mereka. kasihan."

Kalau Anda penasaran beberapa headline yang muncul di beberapa media online itu antara lain:

Dari sekian media online itu saya tertarik mengomentari punya CNN Indonesia.

Dalam paragraf pertamanya, CNN menulis :

Ada yang berbeda dari aktivitas Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Minggu (5/1) pagi. Tidak seperti kebanyakan pejabat dan masyarakat yang menghabiskan akhir pekannya bersama keluarga, Anies justru kerja bakti membersihkan sisa-sisa banjir yang melanda Jakarta.

Komentar saya, yah ini mah bukan hal yang istimewa. Jakarta itu baru saja terkena musibah dan sekarang ketika air mulai surut memang yang tertinggal sampah-sampah sisa banjir yang mana butuh dibersihkan. Bukan hal yang bisa dianggap wow banget ketika Anies justru kerja bakti di weekend ini membersihkan sisa banjir. Tapi sungguh manis sekali prolog CNN ini.

Paragraf ketiga mereka menulis :

Wajahnya tampak serius. Tidak ada senyum tersungging dari bibirnya. Hanya tangannya yang terbungkus sarung sibuk bergerak mengoper sampah. Dia juga membiarkan celana yang dikenakannya kotor bersama lumpur dan air tanah sisa-sisa banjir.

Komentar saya, lha wajahnya Aniesmah memang begitu. Jarang senyum. Terus orang sedang kerja bakti mau diharapkan ngapain? Ini kan banjir sudah terjadi. Iya kalau Bapak-Bapak di kampung yang kerja bakti reguler mungkin bisa disambi bersenda gurau sebab memang tidak dalam keadaan kena musibah.

Kemudian di paragraf lain ada tulisan seperti ini :

Tiba-tiba, seorang warga berteriak dari kejauhan. "Good, good bener. Gubernur DKI rasa presiden. Mantap. Saya relawan 212!"

Warga yang diketahui bernama Rodiyah itu berteriak untuk melontarkan dukungannya kepada Anies. Ia mengaku melihat Anies berjibaku dan bangga karena memilih mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu dalam perhelatan pemilihan kepala daerah pada 2017 lalu.

"Gubernur gue nih! Sehat-sehat terus ya pak. Selalu dalam lindungan Allah. Saya warga Kampung Makassar RW07. Good bener, good! Ini saya lagi live (siaran langsung)," tutur Rodiyah sembari mengabadikan momen tersebut dalam akun media sosialnya.

Komentar saya, ealahhh... ternyata yang teriak ini relawan 212 to? Ya pantas saja. Mereka ini kan sudah halu tingkat dewa pokoknya Anies Baswedan adalah sosok sempurna dan selalu benar. Anies mah nggak pernah salah. Apapun yang dia lakukan pasti benar. Di sisi lain saya apresiasi karena meski mungkin saja berita ini 'dibayar' tapi setidaknya CNN masih berani menulis bahwa yang teriak itu adalah relawan 212.

Pemuja Anies ya akan selalu seperti itu. Halu bahwa idolanya adalah yang terbaik. Ya namanya juga sudah mengidolakan membabi buta mau bagaimanapun akan dilihat sempurna.

Soal apakah berita seragam itu adalah 'pemberitaan berbayar' seperti yang disebut beberapa akun tentu yang tahu kebenaran jawabannya adalah pihak media dan Gubernur. Kalaupun benar, ya mungkin Anies memang butuh ada pemberitaan baik. Siapa sih yang nggak sebal kalau di Google mengetik 'Gubernur terbodoh' kemudian yang muncul adalah namanya dan gambarnya? Ya pasti yang merasakan itu sebal apalagi mengingat ambisi politiknya kan tinggi. At least mempertahankan kursi Gubernur juga mengincar 2024. Tapi ya semoga saja berita seragam itu murni produk pers dan bukan titipan demi pencitraan sang Gubernur karena saya pun masih percaya penuh dengan media mainstream yang ada saat ini.

LihatTutupKomentar
Loading...