> Tegas! Ustadz Tengku Zulkarnain Siap Dikirim ke Laut Natuna untuk Berjihad Bela NKRI
Loading...

Tegas! Ustadz Tengku Zulkarnain Siap Dikirim ke Laut Natuna untuk Berjihad Bela NKRI

Loading...
Loading...

Hubungan Indonesia dan China beberapa hari ini panas-dingin. Yang mana, hal ini diawali oleh insiden masuknya kapal-kapal pencuri ikan asal China yang dikawal kapal coast guard ke perairan Natuna milik Indonesia.

Menlu Retno Marsudi sudah dengan tegas mengatakan, laut Natuna adalah milik kita. Bahkan, sudah sejak puluhan tahun yang lalu.

Yang mana hal itu sesuai dengan ketetapan United Nations Convention for The Law of The Sea (UNCLOS) atau konvensi Hukum Laut PBB pada tahun 1982.

“Kami mendesak Tiongkok untuk menghormati keputusan UNCLOS 1982,” ujar Retno, (3/1).

Sementara China, ngotot merasa diri tidak melanggar hukum internasional yang ditetapkan oleh UNCLOS itu.

Landasan yang mereka pakai untuk mengklaim perairan Natuna secara sepihak adalah nine dash line atau sembilan garis putus-putus.

Karena begitu luasnya wilayah perairan yang diklaim milik China itu, sampai-sampai wilayah perairan milik negara lain, seperti Vietnam, Filipina, Malaysia, dan Brunei Darussalam juga ikut-ikutan mereka klaim.

Koplaknya, jelas-jelas China sudah mencaplok wilayah NKRI, Menteri Pertahanan, Prabowo justru mengatakan, kita santai aja.

"Kita cool saja, kita santai," ujar mantan Danjen Kopassus itu di Kantor Kemenko Maritim, (3/1).

"Ya saya rasa harus kita selesaikan dengan baik. Bagaimana pun China adalah negara sahabat," sambungnya seperti tanpa bersalah.

Ini tentara pecatan kok Hello Kitty banget. Sudah jelas-jelas wilayah NKRI mau dikuasai oleh China, masih saja bilang kita cool (santai) saja.

Beda banget dengan saat masa kampanye dulu.

Kala itu, saat berpidato di Stadion Kridosono, Sleman, Yogyakarta, dalam rangkaian kampanye terbuka pada 8 April 2019, bahkan tangan Prabowo sampai menggebrak meja podium karena begitu geramnya ia terhadap negara asing.

Do'i pun sambil berkata dengan suara menggelegar, "Kau tidak boleh mengabdi pada segelintir orang, apalagi membela antek-antek asing, apalagi kau bela antek-antek asing."

Sampai-sampai Amien Rais, yang duduk di belakangnya auto berdiri kala itu, pasca mendengar suara gebrakan meja podium yang cukup keras dari Prabowo.

Prabowo yang sangar saat masa kampanye tapi berhati Hello Kitty alias lembek setelah jadi Menhan inilah yang membuat da'i kondang versi kalangan Kadrun, Tengku Zulkarnain geram.

Melalui akun Twitter pribadinya di @ustadtengkuzul, Tengku berjanji akan membela keutuhan NKRI jika China tetap mengklaim Natuna milik mereka.

Bahkan seleb Medsos yang doyan menyebarkan hoax itu menyatakan, siap mempertaruhkan nyawanya untuk membela NKRI.

"Jika China berani mencaplok Natuna, saya siap serahkan selembar nyawa saya untuk membela keutuhan NKRI", cuit Tengku Zul, (3/1).

Mantan penyiar RRI itu pun menyebut, pihak keluarganya sudah menyetujui ia berjihad di laut Natuna.

Dan, ia juga membanggakan ayahnya yang seorang veteran perang kemerdekaan itu.

"Keluarga sudah menyetujui. Harta cukup untuk beli senjata. Bapakku pun pernah melatihku menembak tepat. Beliau atlit menembak PON III dan Veteran Perang Kemerdekaan. Muslimin Siap?" cuitnya lagi.

Untuk menunjukkan keseriusannya dalam membela NKRI, pada Sabtu (4/1), do’i lagi-lagi mentweet soal kesiapannya berperang melawan China.

“Saya anak dari Bapak Melayu dan Ibu Cina. Tapi urusan kedaulatan NKRI, khususnya masalah Laut Natuna yang diklaim China, kami siap membela NKRI dengan taruhan nyawa" cuit Zul.

Ustad dadakan itu juga menanggapi banyaknya netizen +62 yang nyinyir terhadap dirinya yang ingin membela kedaulatan NKRI hingga tetes darah penghabisan.

"Herannya kenapa banyak yang sinis dengan sikap Nasionalis saya. Dan malah banyak yang terkesan bela China? Mereka siapa, sih?" cuit Tengku Zul bertanya-tanya.

Dan, berikut skakmat telaknya kepada Prabowo.

“Jika ada yang namanya sahabat, tapi merampok harta kekayaan sahabatnya di siang bolong, maka itu bukan shahabat, tapi musuh dalam selimut. Menikam dari belakang, menggunting dalam lipatan. Jika memberi bantuan, maka bantuannya dipakai untuk menyandera kepentingan sahabatnya”.

-000-

Gak nyangka, ternyata Kampret rasa ulama itu (Tengku Zul) melawan juga.

Sudah berani menskakmat capres yang pernah didukungnya di Pilpres 2019 lalu dan siap mempertaruhkan nyawanya demi kepentingan bangsa dan negara.

Semoga saja MUI segera mengirim Tengku Zul ini ke perairan Natuna, untuk bela NKRI.

Dan mendapatkan mati syahid di sana. Amin

LihatTutupKomentar
Loading...