> Reaksi Pengojek Online Ahmad, Antar Barang ke Pelanggan, Malah Dirayu Ajakan Berhubungan Badan
Loading...

Reaksi Pengojek Online Ahmad, Antar Barang ke Pelanggan, Malah Dirayu Ajakan Berhubungan Badan

Loading...
Loading...


Godaan menjerumuskan apapun profesi atau pekerjaan seseorang, termasuk yang dialami pengojek online bernama Ahmad.

Niat kerja sungguh-sungguh mengantar barang ke apartemen, malah digoda ajakan berhubungan badan. Sudah menolak, tetap saja dipaksa dengan berbagai rayuan, sampai dia turun di apartemen dan tiba di parkiran sepeda motor.

Apa reaksi Ahmad hadapi rayuan?

Berawal dari kisah seorang driver ojol asal Ciledug, Tangerang ini mengalami kejadian mengerikan saat mendapat orderan.

Bukan soal mistis, melainkan godaan dari customer wanita yang mengajak masuk kamar.

Hal ini dialami oleh driver ojol bernama Ahmad.

"Saya kalau asalnya dari Brebes, tinggal di Ciledug, di Gojek saya sudah 2 tahun dari 2017," kata Ahmad dilansir dari Youtube Cerita Ojol Rabu (25/12/2019).

Sebelum jari driver ojol, Ahmad bekerja terlebih dahulu di sebuah mini market.

"Pertama daftar ojol saya kerja di Alfamart,  itu ada panggilan ojol jadi saya datengin tuh, jadi sambil kerja sembari ngojol. Setelah tahun 2018 saya mengundurkan diri dari perusahaan dan fokus di ojol," jelas Ahmad.

Beberapa pekerjaan lainnya juga sempat ia lakoni, namun akhirnya memutuskan untuk fokus di Gojek saja.

"Kemarin saya sempat kerja juga di gotran, jadi admin, di Marunda, bolak balik dari Ciledug gak kuat perjalanan 3 bulan memilih resign, akhirnya saya fokus di gojek aja," jelas Ahmad lagi.

Ahmad pun menjelaskan kalau keputusannya untuk fokus jadi driver ojol yakni karena mudah mengatur waktu.

"Karena waktunya yang fleksibel, bisa narik kapan aja tanpa ada jadwal, tapi saya punya waktu sendiri maksimal berapa jamnya, karena waktu lebih gampang diatur," ujarnya.

 Tak hanya itu, ia juga jadi bisa mengantar jemput sang istri sambil menunggu orderan.

"Di sini lagi mau jemput istri, narik dari pagi, istri pulang sekalian anter jemput, istri kerja di Hari Hari.

Alhamdulillah istri dukung apa yang dikerjain saya, gak pernah nyuruh nyari kerjaan lain, yang penting bisa nafkahin istri," jelas Ahmad.

Kemudian, Ahmad pun menceritakan pengalaman tak terlupakan saat ia diajak masuk ke kamar oleh customernya.

"Pernah dapet di wilayah Kemanggisan, disuruh nganter ke Thamrin, sebelumnya kayak biasa saya konfirmasi, ini penjemputan sesuai titik? iya mas katanya," ujar Ahmad mengawali cerita.

Menurut Ahmad, di aplikasi tertera nama customernya yakni seorang wanita dan ia memutuskan untuk berangkat ke lokasi.

"Pas sampe saya bilang 'Mba saya sudah di titik', 'naik aja mas ke lantai 3' kata dia. Oh yaudah saya naik, dia di kos-kosan gitu," tutur Ahmad.

Saat bertemu dengan customernya, tiba-tiba saja Ahmad langsung disuruh masuk ke dalam kamarnya.

"Kata dia Mas masuk aja, ini barangnya," kata Ahmad mencontohkan percakapan mereka.

"Nggak mba saya di pintu aja," jawab Ahmad.

"Gak apa-apa mas, sepi kok," ujar customer.

"Gapapa mbak, di sini aja," jawab Ahmad lagi.

Akhirnya si customer itu pun mengeluarkan tas yang akan ia kirim tersebut.

Rupanya, ia diminta untuk mengirim tas ke suatu tempat, dan akhirnya barang itu diambil oleh Ahmad.

"Akhirnya udah tuh saya balik badan mau turun, eh si mbaknya manggil lagi," kata Ahmad.

"Mas, mas sini bentar," kata sang customer.

"Kenapa ya mba?," tanya Ahmad.

"Bentar deh sini," bujuk sang customer.

"Kenapa?," tanya Ahmad penasaran.

"Masuk dulu bentar ya," bujuk sang customer lagi.

"Kenapa?," kata Ahmad mulai curiga.

"Bentar aja," masih kata wanita itu dengan nada membujuk.

Akhirnya Ahmad pun tetap tidak tergoda dan memberanikan diri untuk menolak.

"Nggak mba, saya mau kerja aja," kata Ahmad.

"Bentar doang kok," kata customer itu lagi.

"Nggak mbak, maaf yah," ujar Ahmad tegas.

Kemudian Ahmad pun langsung turun dan meninggalkan customer tersebut.

Namun sesampainya di mobil, ia mendapat pesan dari customer itu lagi.

"Dia ngechat lagi di aplikasi Gojek saya," kata Ahmad.

Isi pesan dari customer itu pun bikin Ahmad kesal.

"Yah ditolak, padalah udah sang*," tulis sang customer.

"Kata dia gitu, Astaghfurullah dalam hati," ujar Ahmad kesal.

Ia pun kemudian membalas isi pesan itu.

"Maaf ya mba saya cuma mau kerja yang bener, nyari berkahnya aja, saya bukan kaya orang yang mba pikirin, maap aja ya mba," tulis Ahmad.

Rupanya Ahmad sangat kesal mendapat perlakuan seperti itu, sampai berniat untuk membatalkan orderan.

"Dalam hati kesel banget, mau di-cancel udah gak bisa, orderan udah di-pick up, mau gimana lagi akhirnya saya jalanin itu orderan. Sebelum saya kirim saya telepon dulu, katanya bener, janjian di lobby aja," ujar Ahmad.

Akhirnya ia pun mengantarkan pesanan ke tempat yang dituju, dan tidak ada yang aneh lagi setelahnya.

"Itu mah cewek beneran, yang pas saya terima barang nggak tahu cewek beneran apa nggak, soalnya muka sama badannya serem-serem gimana gitu, saya lihatnya takut. Tapi emang itu pengalaman yang paling kesel selama saya di ojol," ujar Ahmad lagi.

LihatTutupKomentar
Loading...