> Padahal Kapal China Makin Semena-mena di Perairan Natuta, TNI Malah Katakan Hal Tak Terduga Ini!
Loading...

Padahal Kapal China Makin Semena-mena di Perairan Natuta, TNI Malah Katakan Hal Tak Terduga Ini!

Loading...
Loading...


Beberapa hari ini perairan Natuna sedang menjadi perhatian berbagai pihak.

Bagaimana tidak, kapal penangkap ikan dan kapal penjaga pantai (coast guard) China masuk ke dalam wilayah perairan Natuna.

Terlebih, baras yang dilanggar China di perairan Natuna ini adalah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia.

Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I TNI Laksamana Madya TNI Yudo Margono mengatakan, pelanggaran wilayah yang dilakukan oleh kapal ikan asing di wilayah ZEE Indonesia merupakan ancaman pelanggaran batas wilayah.

Namun, ia menegaskan tidak akan perang di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, menyusul masuknya kapal penjaga pantai China itu.

"Tidak akan perang, itu terlalu dibesar-besarkan," kata dia kepada wartawan di Natuna, Sabtu (4/1/2020), seperti dikutip dari Antara.

Ia mengatakan, hubungan strategis yang selama ini terjalin baik antara Indonesia dan China akan tetap dipertahankan.

Sambungnya, keberadaan kapal penjaga pantai dan pencari ikan China di ZEE Indonesia dinilai memancing suasana menjadi keruh.

Padahal, kata Yudo, Pemerintah China sudah mengakui bahwa perairan itu adalah ZEE Indonesia.

"Sekarang, dua tahun kemudian mengingkari dengan mendatangkan coast guard'," katanya.

Penjaga pantai alias coast guard, kata dia, adalah produk pemerintah.

Jadi semestinya memahami aturan internasional dan kebijakan negaranya.

"Makanya, tadi KRI kami suruh pahamkan kepada mereka.

"Anda adalah kapal pemerintah yang sebenarnya sudah tahu aturan internasional, sudah tahu kebijakan pemerintah Anda, kok masih ngotot seperti ini," kata mantan Panglima Komando Armada Indonesia Kawasan Barat TNI AL itu.

Ia berharap dalam dua hingga tiga hari ke depan sudah ada perkembangan lanjutan di Natuna.

Kepastian dan eksistensi ZEE Indonesia sudah ditetapkan melalui Undang-Undang Nomor 5/1983 tentang ZEE Indonesia, yang di antaranya mengatur persyaratan dan perizinan resmi bagi siapa saja pribadi atau badan hukum asing dari Pemerintah Indonesia jika dia ingin mengeksplorasi dan mengeksploitasi SDA hayati dan non-hayati, potensi ekonomi alami, dan lain-lain.

LihatTutupKomentar
Loading...