> Menikah Tanpa Pacaran
Loading...

Menikah Tanpa Pacaran

Loading...
Loading...

Ruangan Masjid Al Iman di Kampus Utama Hidayatullah Samarinda, Kalimantan Timur, seakan bergetar oleh ucapan ‘Barakallah’ setiap kali para saksi mengucapkan kata ‘sah’. Binar kebahagiaan terpancar dari wajah mempelai usai menuntaskan prosesi ijab kabul.

Ahad pagi (08/12/2019), ratusan tamu menjadi saksi pernikahan mubarakah lima pasang santri Hidayatullah.

Muhammmad (24 tahun) salah seorang peserta mengungkapkan, ia tidak mengenal secara jauh calon istrinya, sebab proses perjodohan dilakukan pihak pesantren. Namun, bagi Muhammad, sebagai seorang santri hal itu tidak menjadi masalah, ia meyakini pacaran setelah menikah akan menghadirkan keberkahan dalam perjalanan rumah tangga kelak.

Momen yang mendebarkan bagi peserta baik mempelai putra dan putri adalah saat penyerahan mahar. Sebab, itulah pertama kali keduanya saling melihat wajah pasangannya, pandangan pertama yang akan mengawali perjalanan panjang mahligai rumah tangga.

Ustadz Muhammad Tang, Ketua DPW Hidayatullah Kalimantan Timur, mengatakan dalam sambutannya bahwa pernikahan mubarakah di Hidayatullah bukan sekadar tradisi yang telah berjalan sejak berdirinya lembaga dakwah tersebut.

Namun, juga merupakan pernikahan perjuangan sebab setelah menikah para mempelai bersiap mengemban tugas dari pihak pesantren.

Sebagai pamungkas prosesi pernikahan mubarakah, Ustadz Abdul Ghofar Hadi, pengurus Hidayatullah Hidayatullah menyampaikan khutbah nikah.

Dalam paparannya, Ghofar mengingatkan bahwa dalam perjalanan rumah tangga tidak selamanya mulus, penuh senyum dan kebahagiaan. Akan ada rintangan yang harus dihadapi dengan penuh kesabaran, sikap ini akan mengundang keberkahan dalam rumah tangga.

Beberapa pejabat dan tokoh masyarakat di antaranya Wakil Wali Kota Samarinda, M Barkati dan Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Timur, H Andi Harun turut hadir menjadi saksi hari yang penuh kebahagiaan.

LihatTutupKomentar
Loading...