> Letih Itu akan Hilang, Kebaikan akan Kekal
Loading...

Letih Itu akan Hilang, Kebaikan akan Kekal

Loading...
Loading...


“JIKALAU kita letih karena kebaikan, maka sesungguhnya keletihan itu akan hilang dan kebaikan akan kekal. Namun jikalau kita bersenang-senang dengan dosa, maka sesungguhnya kesenangan itu akan hilang dan dosa itu akan kekal.” (Umar bin Khattab)

Lelah saat berbuat kebaikan itu manusiawi. Siapapun terkadang merasakannya. Bahkan beberapa diantaranya ada yang menangis karena lelah yang amat sangat. Kebaikan memang terkadang membuat lelah sementara perbuatan buruk terkadang menyenangkan. Tetaplah pilih yang membuat lelah karena dampaknya kekal dan berdampak panjang.

Kita juga perlu waspada karena terkadang dosa itu datang dengan penampakkan yang menyenangkan dan terkesan membuat kita bahagia. Namun akhirnya, penyesalan berkepanjanganlah balasan yang kita terima. Nikmati saat lelah datang ketika kita berbuat kebaikan.

Kebaikan kadang memang membuat kita lelah, namun ketika lelah itu menghampiri segeralah ingat bahwa ada pahala yang akan kekal abadi. Maka teruslah berbagi tanpa tapi dan berbuat baik tiada henti. Selagi masih muda, selagi nyawa masih di raga, maka jangan pernah berhenti menebar kebaikan di mana pun berada.

Raulullah SAW pernah bersabda, “Tidak akan bergeser kedua kaki anak Adam di hari kiamat dari sisi RabbNya, hingga dia ditanya tentang lima perkara (yaitu): tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang masa mudanya untuk apa ia gunakan, tentang hartanya dari mana ia dapatkan, dan dalam hal apa (hartanya tersebut) ia belanjakan serta apa saja yang telah ia amalkan dari ilmu yang dimilikinya.”  (HR. at-Tirmidzi)

Sebab itulah mengapa kita jangan pernah merasa bosan untuk berbuat baik, karena sekecil apapun kebaikan yang kita lakukan pasti akan Allah balas dengan sempurna. Contohnya, bila Anda membantu orang maka percayalah saat Anda mengalami kesulitan, tentu Allah datangkan bantuan Anda dari berbagai arah dan dengan cara yang mungkin tidak Anda sangka.

Melakukan kebaikan itu ibarat menanam bibit pohon yang dapat berbuah, butuh yang namanya kesabaran untuk menjadikannya tetap tumbuh dan pada akhirnya berbuah. Lalu ketika berbuah, maka kita sendiri yang akan menikmatinya dengan penuh rasa bangga dan bahagia.

LihatTutupKomentar
Loading...