> Kisah Sedih Irak Tahun 2020: Hancur Karena ISIS Hingga Jadi Tempat Perang AS dan Iran
Loading...

Kisah Sedih Irak Tahun 2020: Hancur Karena ISIS Hingga Jadi Tempat Perang AS dan Iran

Loading...
Loading...

Konflik yang terjadi antara Amerika Serikat melawan Iran mungkin tengah menjadi fokus utama dunia saat ini. Di tengah sorotan tersebut, mungkin tak banyak yang berpikir soal nasib Irak yang negaranya bakal dijadikan sebagai ajang pertempuran dari kedua negara. Ya, negeri yang dijuluki 1001 malam itu memang tengah gundah gulana.

Sebelumnya, pihak Iran sempat membalas AS dengan menembakkan roket ke pangkalan udara Ain al-Asad di Irak bagian Barat yang menjadi markas militer dari negeri Paman Sam. Jauh sebelum konflik antara AS dan Iran pecah, Irak telah menangis terlebih dahulu karena diguncang serentetan perang yang berujung hancurnya kota tersebut.

Dilanda konflik berkepanjangan mulai dari era Perang Irak-Iran
Sejak Saddam Hussein memerintah Irak, negeri 1001 malam itu telah membuka konflik dengan Iran pada 1980 hingga 1988 silam, yang dikenal sebagai Perang Irak-Iran. Akibat pertempuran selama delapan tahun itu, ekonomi Irak merosot dan utang luar negerinya semakin membengkak.

Irak yang kala itu mengandalkan minyak untuk menopang perekonomiaan negaranya, harus menerima kenyataan bahwa harga ’emas hitam’ itu jatuh di pasaran akibat surplus produksi yang dihasilkan oleh Kuwait dan Uni Emirat Arab (UAE). Tak lama, Irak pun memutuskan menginvasi Kuwait lewat penggempuran udara yang membuatnya terseret dalam Perang Teluk I.

Dalam Perang Teluk I, Irak menjadi porak poranda karena diserbu pasukan koalisi pimpinan AS dan sekumpulan negara Arab seperti Arab Saudi, Kuwait, Suriah, Bahrain dan Qatar. Pada tanggal 27 Februari 1991, perang dinyatakan selesai dan Irak berhasil dikalahkan.

Belum puas, AS kembali melancarkan Perang Teluk II pada 2003 hingga selesai 2011 di Irak yang akhirnya berhasil menumbangkan rezim Saddam Hussein. Sebelumnya, perang terjadi setelah AS menuduh pemerintah negeri 1001 malam itu menciptakan senjata pemusnah massal (WMD) dengan kimia. Setelah ditinggal Saddam, ISIS pun mulai tercipta dan dengan cepat tumbuh di Irak.

Irak hancur lebur karena ulah ISIS
Di bawah penguasaan ISIS, Irak kembali hancur lebur karena militan tersebut menyeret beberapa pihak dan saling berperang satu sama lain. Mereka adalah Pasukan Keamanan Irak, kelompok Pesmergha (Kurdi), hingga pihak koalisi (AS, Inggris, Jerman, dan Kanada). Hingga pada 2018, ISIS berhasil ditumpas baik di Irak maupun di Suriah.

Carut marut bekas perang itu secara perlahan mulai diisi oleh kaum Syiah. Mereka yang dulu adalah kelompok minoritas di era Saddam Hussein, kini jumlahnya semakin banyak dan menguasai mayoritas kehidupan di Irak. mereka merupakan milisi Syiah dukungan Iran yang dulu ditugaskan untuk berperang melawan ISIS.

Menurut John Nixon, mantan agen CIA dalam bukunya yang berjudul “Debriefing the President: The Interrogation of Saddam Hussein” (Tanya-jawab dengan Sang Presiden: Interogasi Saddam Hussein), ia menyimpulkan bahwa ISIS dan Syiah tidak bisa berkuasa di Irak jika Saddam Hussein masih ada. “Mustahil jika kelompok seperti ISIS bisa menikmati kesuksesan di balik rezim represifnya, yang mereka miliki di bawah pemerintahan Baghdad yang dipimpin kelompok Syiah,

Baik warga dunia maupun masyarakat di kedua negara yang bertikai, tentu tidak ingin konflik antara AS dan Iran bisa memicu PD III yang dispekulasikan banyak orang saat ini. Khusus untuk Irak, perang di tahun 2020 itu justru bakal membuat negara tersebut semakin terpuruk dan kembali hancur akibat konflik yang notabene dilakukan oleh pihak asing.

LihatTutupKomentar
Loading...