> Hardiyanto Kenneth Buktikan Omongan Anies Seperti Sampah Alias “Bacot”!
Loading...

Hardiyanto Kenneth Buktikan Omongan Anies Seperti Sampah Alias “Bacot”!

Loading...
Loading...

aya yakin banyak di antara para pembaca yang berasa pingin muntah kalau melihat tayangan televisi yang ada Anies berbicara. Kalimatnya panjang, yang benar dia sendiri, membantah pendapat orang lain yang lebih pintar dengan retorika. Contoh yang masih segar. Ketika banjir sudah melanda Jakarta, Anies bilang tidak mau menyalahkan siapa pun, padahal yang salah dia sendiri. Ini satu-satunya kepintaran Anies, memainkan kata-kata. Isinya? Kalau nggak menyindir yang mengkritik dirinya dengan sentimen SARA, ya bikin narasi gakbener. Saya sudah menunjuk pada banyak contoh di tulisan sebelumnya.

Di antaranya yang paling koplak adalah banjir surut menunggu air laut surut. Semacam ada komunikasi 2 arah antara air di daratan dan air di lautan gitu? Kapan ya air laut surut? Kalau nggak lagi surut, berarti air sungai nggak ngalir gitu? Duh, berasa pingin nyemplungin orang ke sungai!

Anies juga membantah pernyataan Presiden Jokowi, soal kebiasaan buang sampah sembarangan sebagai penyebab banjir. Anies mencontohkan di Bandara Halim PK, di mana tidak ada sampah tapi banjir juga. Yo oloh, yang kayak gini jadi gubernur? Makanya saya pernah nulis, hanya orang bloon yang membela Anies. Kebodohan Anies akhirnya dibuktikan oleh Hardiyanto Kenneth, yang biasanya dipanggil dengan sebutan Kent. Siapa dia? Dia bukan pasangannya Barbie maupun Superman yang lagi menyamar. Dia adalah seorang anggota DPRD DKI Jakarta, anggota Komisi D, dari Fraksi PDIP.

kemarin, hari Jumat (3/1), Kent didampingi oleh Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Barat, Purwanti melakukan sidak (inspeksi mendadak) ke stasiun pompa penanggulangan banjir di beberapa lokasi di Jakarta Barat. Apa yang ditemukan oleh Kent, membuktikan bahwa apa yang diomongkan oleh Anies hanyalah bacot alias tidak jauh bedanya dengan sampah.

Di Duri Kepa dan Rawa Buaya, Kent melihat langsung fungsi pompa yang fungsinya menyedot air di daerah Daan Mogot, Rawa Buaya dan sekitarnya. Ternyataaaaaa…. Pompa di sana rusak karena banyaknya sampah yang menyumbat pompa tersebut. "Pompanya rusak karena banyak sampah yang menyumbat mesin, pantesan lama surutnya banjir di wilayah Daan Mogot, Rawa Buaya dan sekitarnya," kata Kent Sumber. Mau ketawa nggak enak sama yang kena banjir. Mau diem nggak kuat nahan ngakak. Yang kayak gini dibawa ketawa aja. Hadapi kebodohan dengan gembira. Habis mau apa lagi?

Bersama-sama dengan petugas pompa, Kent terjun langsung mencoba membetulkan mesin pompa dan membuang sampah yang menyangkut di pompa. Dia juga langsung meminta 3 unit pompa mobile untuk membantu menyurutkan air banjir. "Saya telepon pihak yang berwenang untuk meminta pompa mobile agar merapat ke lokasi untuk menyedot air, agar wilayah Daan Mogot dan Rawa Buaya supaya cepat surut," tuturnya. “Saya pribadi sebagai perwakilan Anggota DPRD DKI Jakarta dari daerah pemilihan Jakarta Barat, meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada warga Jakarta Barat atas musibah dan ketidaknyamanan ini," ucap Kent. "Puji Tuhan, banjir di sekitaran Daan Mogot dan Rawa Buaya sudah surut sekarang," pungkasnya. Ok, Pak Kent, saya harap banyak anggota DPRD lain yang turun langsung seperti anda.

Kent bagai melempar sampah ke muka Anies. Coba kalau beneran ini ya. Anies tahu nggak ya penyebab air menggenang di Bandara Halim? Menurut Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsma Fajar Adrianto, banjir di Bandara Halim disebabkan oleh meluapnya air sungai di sekitar Bandara dan drainase di sekitar Halim yang tidak mampu menampung. Solusinya, ya harus ada pembersihan drainase yang mampet, pelebaran drainase, perbaikan pengelolaan air banjir di perumahan sekitar Bandara Halim dan juga menyangkut sungai yang ada. Entah dikeruk atau dibersihkan atau dilebarkan. Marsma Fajar sendiri menyebut persoalannya memang kompleks Sumber. Dengan kata lain, pihak Bandara Halim juga tergantung pada pengelolaan banjir di perumahan dan sungai di sekitar bandara. Sampahnya tidak mesti ada di bandara, namun sampah itu bisa saja ada di gorong-gorong perumahan dan sungai. Ini kalau orang waras yang mengkaji dan ngomong. Tapi sayangnya, yang ngomong sang gaberner santun seiman. Isinya sampah semua, sama kayak sampah yang menutupi pompa air di Jakarta Barat, kan Pak Kent?

LihatTutupKomentar
Loading...