> Fakta dan Mengapa Belanda Kembalikan Artefak ke Museum Indonesia
Loading...

Fakta dan Mengapa Belanda Kembalikan Artefak ke Museum Indonesia

Loading...
Loading...

Belanda berkuasa atas Indonesia selama kurang lebih 350 tahun. Dalam kurun waktu lebih dari 3 abad tersebut, bukan hanya sumber daya manusia dan alam saja yang dieksploitasi oleh Belanda, tetapi juga banyak dari warisan bernilai sejarah yang sudah ada sejak zaman nenek moyang kita dahulu.

Beberapa dari patung, arca, serta hal lain yang menjadi aset penting Indonesia dibawa serta ke Belanda. Beberapa memang dipulangkan, namun beberapa lagi menjadi hak milik mereka. Tetapi, kabar gembiranya, belum lama ini ada 1.500 artefak yang dipulangkan ke tanah air.

Negosiasi yang berlangsung sejak tahun 2015
Sejak 2015 lalu, Indonesia sudah mengadakan negosiasi terkait dengan barang bersejarah yang dibawa oleh para mantan penjajah itu ke negeri mereka. Sebelumnya, ribuan artefak bersejarah ini disimpan dalam Museum Prosenhof (yang sebelumnya bernama Museum Nusantara).

Sebelumnya, alasan mengapa benda ini dibawa ke Negeri Kincir Angin adalah sebagai bahan pembelajaran. Karena, di Delft contohnya, kota ini pernah menjadi kota pendidikan di mana menjadi tempat belajar calon birokrat Belanda yang akan dikirim ke Indonesia. Jadi, keberadaan benda-benda sejarah itu menjadi jembatan perkenalan agar mereka paham akan tanah air.

Membuka jalan agar benda sejarah yang ada di Eropa juga kembali pulang ke Indonesia
Ternyata, enggak hanya ada di Belanda saja, di negara Eropa lain juga terdapat benda-benda yang erat kaitannya dengan sejarah. Pemulangan dari Belanda ini diharapkan untuk membuka jalan bagi benda yang merupakan hak milik Indonesia tapi ada di negara lain.

“Harapannya, ini membuka jalan bagi pengembalian benda museum lain yang ada di Eropa,” kata Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Hilmar Farid

Indonesia sejak lama memang sudah sangat getol sekali meminta barang-barang yang memang menjadi hak milik sah negara. Namun, ternyata bukan hanya karena terus menerus didesak saja yang akhirnya membuat Belanda mengembalikan barang-barang ini.

Melansir dari Vice.com, untuk saat ini museum-museum di Eropa lagi refleksi diri atas barang-barang koleksi yang diambil lewat cara perang atau penjarahan. Semacam penebusan dosa lah intinya, tapi lah kok untuk sadar butuh waktu berpuluh tahun toh.
Krisis ekonomi dan museum yang bangkrut
Alasan lain lagi adalah, untuk saat ini Belanda sedang mengalami krisis, kebanyakan museum yang ada di sana bangkrut dan tidak lagi buka ke depannya. Beberapa pula harus digabung dengan museum yang lain untuk tetap bertahan.

Nah, benda yang ada di museum ini kemudian dipertimbangkan, apakah akan dimasukkan ke museum lain, dijual, atau mungkin dikembalikan ke negara asalnya. Dalam hal ini, Belanda berinisiatif mengembalikan ke Indonesia –karena Indonesia juga sudah sering menagih. Bagus juga nih buat judul FTV, ‘Azab Karena Buka Usaha dengan Barang Hasil Rampasan’. Ehe~

Benda-benda yang pulang ke Indonesia ini usianya sudah ribuan tahun. Kepala Museum Nasional Siswanto mengaku udah menyiapkan bangunan tiga lantai yang ada di belakang Taman Mini untuk menampung 1.500 koleksi tersebut. Sepanjang sejarah, pengembalian ini adalah yang terbanyak dari Belanda untuk Indonesia. FYI, sebelumnya Belanda juga pernah mengembalikan artefak dan benda bersejarah kepada Indonesia.

LihatTutupKomentar
Loading...