> Ditanya Najwa Shihab Bagaimana Kesiapan Hadapi Provokasi China, Mahfud MD: Ya Berarti Kita Usir
Loading...

Ditanya Najwa Shihab Bagaimana Kesiapan Hadapi Provokasi China, Mahfud MD: Ya Berarti Kita Usir

Loading...
Loading...

Presenter Mata Najwa, Najwa Shihab sempat bertanya pada Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhulkam), Mahfud MD soal kesiapan Indonesia menghadapi provokasi kapal-kapal China.

Sebagaimana diketahui, kapal-kapal asing China kini masih nekat bertahan berlayar di perairan Natuna.

"Seberapa siap pak sesungguhnya analisa Anda sebagai Menkopolhukam, seberapa siap kita untuk menghadapi provokasi-provokasi yanng dilakukan oleh China Pak ?," tanya Najwa Shihab

Dalam kesempatan itu, Mahfud MD enggan berkomentar terkait kesiapan fisik.

Ia meminta agar masalah kesiapan fisik ditanyakan pada Kepala Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla), Laksamana Madya Achmad Taufiqoerrochman, maupun Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko.

"Kesiapan fisik itu saya kira sudah dijelaskan oleh Pak Taufik dari Bakamla, mungkin dari Pak Moeldoko," ujar Mahfud MD.

Namun dalam kesiapan mental, Indonesia benar-benar harus berkomitmen bahwa Natuna merupakan bagian dari NKRI yang harus dipertahankan.

"Tapi kalau kita kesiapan mental saja bahwa kita akan menyatakan sepenuhnya wilayah itu adalah hak berdaulat Negara Kesatuan Republik Indonesia yang harus dipertahankan," ucapnya.

Bentuk mempertahankan Natuna adalah dengan cara mengusir kapal-kapal China dengan menggunakan Coast Guard yang dimiliki.

Namun, menteri yang juga pakar hukum tata negara ini menegaskan bahwa tidak ada perang dalam masalah Natuna.

"Harus dipertahankan ya berarti kita usir, tapi tidak dengan perang karena, beda, maka kita menggunakan Coast Guard dulu."

"Karena ini tidak ada hubungannya dengan perang," jelas Mahfud MD.

Mahfud MD kemudian menjelaskan perkembangan positif dari masalah Natuna ini.

China kini lebih melunak ketimbang beberapa hari lalu, yang dengan tegas mengklaim bahwa Natuna adalah miliknya tanpa mempedulikan hukum internasional.

"Hubungan kita, hubungan diplomasi dan kerja sama dengan China itu kan banyak sekali sebenarnya sih, kalau kita ikuti tadi penjelasan dari Kementerian Luar Negeri China sudah ada kemajuan."

"Dia sepertinya tidak ngotot seperti lima hari yang lalu ketika mengatakan setuju apa tidak setuju kami masuk karena kami tidak peduli dengan hukum internasional," jelas Mahfud MD.

Mahfud MD mengatakan, Kementerian Luar Negeri China kini ingin membicarakan kembali masalah Natuna.

"Itu lima hari lalu, tapi tadi sore yang saya lihat sendiri itu dia mengatakan hubungan Indonesia dengan China mencakup banyak hal dan jangka panjang."

"Oleh sebab urusan itu Natuna bisa dibicarakan," kata menteri asal Madura tersebut.

Meski demikian, Mahfud MD menegaskan Indonesia tak akan mau lagi jika harus bernegosiasi soal Natuna.

Natuna mutlak milik Indonesia seperti yang sudah ditegaskan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Indonesia seperti dinyatakan oleh Presiden Joko Widodo, seperti juga saya menyambung apa yang dikatakan oleh Presiden Joko Widodo, seperti yang dikatakan dengan tegas oleh Ibu Menlu Ibu Retno Marsudi."

"Dan juga surat protes, surat diplomasi yang resmi tidak akan pernah membicarakan dan menegosiasikan Natuna Utara di mana kita punya hak eksklusif, hak berdaulat," tegas Mahfud MD.

Sementara itu, presenter Najwa Shihab mengungkap temuan sejumlah kapal China yang berada di perairan Natuna di acara Mata Najwa pada Rabu (9/1/2020).

Berdasarkan hasil pemantauan, beberapa kapal China masih berlayar sesaat setelah kepulangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi Natuna.

Sebagaimana diketahui Jokowi sempat melakukan peninjauan di Natuna pada Rabu siang.

"Sampai Desember pun, sampai hari ini pun banyak kapal-kapal asing yang berada di perairan kita," ungkap Najwa Shihab.

"Mata Najwa juga melakukan pemantauan teman-teman, kami melakukan pemantauan lewat ship tracking of airmarine traffic vessel finder. Ini yang kita temukan."

"Saya ingin menunjukkan ke teman-teman apa yang kami temukan, bahkan setengah jam yang lalu ada Coast Guard China di perairan kita, setengah jam yang lalu belum lama ketika Pak Jokowi pulang," papar Najwa Shihab.

Najwa lantas menunjukkan data yang tim Mata Najwa temukan melalui layar, yaitu sebagai berikut:

Senin (6/1/2020):

Terdeteksi 3 Kapal Penjaga Pantai di Perairan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI).

China Coast Guard 5302
Zhongguohajian 2169
Zhongguohajian 5043

Selasa (7/1/2020):

Terdeteksi 5 Kapal Penjaga Pantai di (ZEEI).

China Coastguard 5302
Zhing Guo Haijing 5403
Zhong Guo Haijian 2169
China Coast Guard 46303
Zhong Guo Haijing 5202

Rabu (8/1/2020) pukul 15.00 WIB:

Terdeteksi 2 Kapal Penjaga Pantai di (ZEEI).

China Coast Guard 5302
China Coast Guard 46303

LihatTutupKomentar
Loading...