> Disemprot Dan Dikuliahi Ade Yasin, Anies Senyap, Hahaha!
Loading...

Disemprot Dan Dikuliahi Ade Yasin, Anies Senyap, Hahaha!

Loading...
Loading...

Beberapa hari ini saya mencari-cari orang yang bisa melibas perkataan Anies soal penanggulangan banjir di Jakarta. Menteri PUPR memang sempat menyentil Anies di depan media, namun hebatnya, Anies tanpa tahu malu beretorika, alias ngeles. Normalisasi yang memang benar buat mengantisipasi banjir, dibelokkan Anies seakan tidak ada artinya. Anies malah menyalahkan sumber aliran air yang masuk ke Jakarta. Kita paham lah, agar Anies tidak bisa disalahkan karena persiapan Jakarta yang terlalu minim mengantisipasi banjir. Dia harus cari kambing hitam. Padahal kalau aliran air di Jakarta lancar, ya nggak bakalan banjir besar kan. Tentu Menteri PUPR tidak mau berdebat panjang, karena memang bukan kerjaannya buat berdebat dengan gubernur (terbodoh) versi Google kan. Jadi saya harus mencari orang lain.

Dan saya menemukannya. Berawal dari pernyataan Anies lagi soal pengendalian air di kawasan hulu. Pokoknya Anies berupaya berat mencari alasan yang bisa menutupi ketidakbecusannya mengelola Jakarta. Dia pun melemparkan kesalahan ke pengendalian air di hulu yang dia bilang merupakan wewenang pemerintah pusat. Dengan kata lain, Anies tetap menyalahkan Bogor dan menuding air kiriman dari Bogor lah sebagai sumber utama dari bencana banjir di Jakarta. Pokoknya Anies kan nggak pernah salah hehehe…

Akhirnya Ade Yasin, Bupati Bogor pun menimpali tudingan Anies. Sebelumnya memang ada juga pernyataan Ade Yasin yang cukup menohok, tapi kurang tajam dan terkesan sembarangan. “Salahnya Jakarta itu berada di bawah," kata Ade, waktu itu di pertengahan Desember 2019. Tapi kalau dicermati sampai habis, pernyataan Ade Yasin ada benarnya juga. Akibat perbedaan ketinggian ini, kata Ade, air hujan yang turun di Bogor akan mengalir ke Jakarta. "Otomatis air itu turunnya ke bawah, bukan ke atas," ujar dia. Ade mengungkapkan semua pihak harus bersama-sama menangani permasalahan di daerah aliran sungai (DAS) Ciliwung. Hal ini perlu dilakukan agar banjir di Jakarta bisa dikendalikan. "Nah bagaimana pemecahan masalah ini? Ciliwung, yang beberapa kali turun ke Jakarta (air), yang memang seharusnya kita bersama-sama menangani permasalahan kali supaya tidak makin menyempit dan juga bisa mengendalikan banjir," ungkap Ade Sumber. Benar kan? Saya tidak selalu setuju dengan kebijakan Bupati Bogor ini, namun dalam hal pengendalian banjir, apa yang dia sebut itu sungguh benar.

Sesudah daerah Bogor kembali disalahkan Anies buat banjir di awal tahun 2020, Ade Yasin kembali men-smash Anies. Kali ini lebih tajam. Ade Yasin menyemprot dan menguliahi Anies soal jadi seorang pemimpin.

Terkait Anies menyebut harusnya pemerintah Kabupaten Bogor bisa mengendalikan air di hulu. "Maksudnya apa, emang saya Avatar yang bisa kendalikan air," ucap Ade. Avatar adalah seorang tokoh kartun yang sakti yang bisa mengendalikan air.

Dan ini kuliah Ade Yasin terhadap gubernur terbodoh versi google. Ade mengajari Anies soal koordinasi antar daerah. “Saya bilang mengendalikan orang lebih mudah dibandingkan mengendalikan air. Cuma memang butuh turun semua stakeholder. Tidak hanya pemerintah daerah. Jangan saling lempar tanggung jawab. Tetapi semua harus koordinasi. Baik pusat, propinsi, Jakarta dan daerah-daerah yang terkena dampak," ucap Ade. "Harusnya saling gotong royong, pemerintah daerah, provinsi dan pusat dalam menanggulangi bencana ini, jangan menyalahkan," kata Ade. "Karena dari hulu, kami ketika hujan turun susah juga melarang hujan turun,” sambung Ade. Jika bicara sungai itu bukan hanya kewenangan hulu atau Bogor, namun kata Ade pihaknya berusaha untuk meminimalisir. Salah satunya dengan membersihkan sampahnya. "Tinggal di sini tidak perlu saling menyalahkan. Karena kalau saya membela diri saya juga bisa, karena kita juga di atas…. Dalam kondisi begini, kita harusnya saling legowo, tidak harus saling menyalahkan,” ujar Ade sambil mengambil contoh Bekasi. Air dari Cikeas, Cileungsi, alirannya ke Bekasi, tapi Walikota Bekasi tidak menyalahkan Bogor. Malah saling kontak untuk saling membantu.

Ade Yasin juga menyatakan programnya untuk mengendalikan air di hulu sejalan dengan program normalisasi yang dilakukan Kementrian PUPR. Urusan normalisasi kata Ade harus dilakukan dengan konsultasi dengan para ahli. Karena air juga tidak bisa ditangani secara sporadis tanpa pengetahuan. Harus dikaji dengan para ahli. Dipetakan juga oleh para ahli. "Tidak sembarangan juga harus menormalisasi, naturalisasi. Kalau salah malah tambah repot. Tadi pak Gubernur RK (Ridwan Kamil, Gubernur Jabar) sudah menyampaikan, bahwa pihaknya ngundang para ahli untuk bagaimana mengatasi masalah sungai ini. Jadi kalau saya urus, salah tindakan juga repot,"jelas Ade.

Perkataan Ade ini seakan mengkonfirmasi Google soal “gubernur terbodoh”. Juga soal Anies yang suka menyalahkan pihak lain yang memang sudah jadi kebiasaannya hehehe… Duh, kelas Bupati saja paham apa yang mesti dilakukan, yang tidak dikerjakan oleh Anies. Mungkin Ade Yasin gemes juga, masak sekelas gubernur, dengan gaji dan tunjangan gede, bisanya hanya ngomong doang dan nyalahin orang lain. Bagusan gue yang jadi gubernur, lebih tahu gue banyak, gitu kali ya dalam hati ibu Ade. Hehehe…. Iya bu, Anies memang suka bikin gemes aja. Tapi saya puas dengan pernyataan Ade Yasin yang banyak, menyentil, menohok dan bisa menunjukkan bahwa seorang bupati pun jauh lebih tahu gimana caranya memimpin ketimbang si gubernur santun terbodoh ini.

LihatTutupKomentar
Loading...