> Debat Panas Saor Siagian dan Masinton Pasaribu saat Siaran Langsung, Nyaris Adu Jotos Bahas KPK
Loading...

Debat Panas Saor Siagian dan Masinton Pasaribu saat Siaran Langsung, Nyaris Adu Jotos Bahas KPK

Loading...
Loading...

Praktisi hukum Saor Siagian dengan tegas mengkritik pernyataan Masinton Pasaribu soal KPK bekerja secara ugal-ugalan.

Bahkan dengan nada yakin, Saor Siagian menuding bahwa partai yang membawahi Masinton Pasaribu, PDIP lah yang seolah sedang melemahkan KPK saat ini.

Tak terima dengan tudingan Saor Siagian, Masinton Pasaribu pun menanggapinya dengan keras.

Hingga akhirnya, debat panas antara Saor Siagian dan Masinton Pasaribu tak lagi bisa dihindarkan.

Bahkan dalam sebuah segmen tayangan Indonesia Lawyers Club, Saor Siagian dan Masinton Pasaribu hampir terlibat adu jotos.

Dilansir sebelumnya, politisi PDI Perjuangan (PDI), Masinton Pasaribu mengkritik langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mendatangi Kantor DPP PDIP.

Diketahui, KPK sempat akan melakukan penggeledahan di Kantor DPP PDIP, namun gagal.

Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar, Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, dan Ketua KPU Arief Budiman dalam konferensi pers penetapan tersangka Komisioner KPU Wahyu Setiawan, Kamis (9/1/2020).

Penggeledahan itu berkaitan dengan kasus suap pergantian antar waktu (PAW) DPR RI terpilih 2019-2020 yang menyeret nama Politisi PDIP, Harun Masiku.

Terkait hal itu, Masinton Pasaribu justru menyebut KPK ugal-ugalan.

Pernyataan yang diurai Masinton Pasaribu itu tampaknya tak bisa diterima oleh Saor Siagian.

Dalam tayangan Indonesia Lawyers Club edisi Selasa (14/1/2020), Saor Siagian lantas mengurai fakta lain.

Ia juga meminta Masinton Pasaribu untuk menarik lagi ucapannya soal KPK ugal-ugalan.

Alih-alih setuju, Masinton Pasaribu justru ngotot.

"Saya enggak kebayang kalau Masinton masih bicara soal ugal-ugalan. Karena begitu dia mengatakan bahwa UU ini diundangkan akan memperkuat. Bayangkan sudah ada kadernya yang ditetapkan sebagai tersangka. Ada seorang komisioner yang mengaku," ungkap Saor Siagian

"Artinya apakah kita mengatakan ini kerja ugal-ugalan. Saya berharap Masinton harus menarik itu," sambungnya.

"Saya tidak akan menarik itu, yang saya sampaikan itu fakta," timpal Masinton Pasaribu.

Tak mau kalah, Saor Siagian pun spontan meminta Masinton Pasaribu untuk diam.

Ogah menurut, Masinton Pasaribu justru kembali mengurai pernyataannya.

Adu mulut pun akhirnya tak bisa dihindari dari dua sosok ini.

Bahkan, Masinton Pasaribu dan Saor Siagian tampak nyaris adu jotos ketika siaran langsung sedang ditayangkan.

Untungnya, di antara mereka ada Pakar Hukum Tata Negara, Irman Putra Sidin.

Masinton Pasaribu dan Saor Siagian nyaris adu jotos saat live (Youtube channel Indonesia Lawyers Club)

Duduk di tengah Saor Siagian dan Masinton Pasaribu, Irman pun langsung menengahi perkelahian kedua sosok tersebut.

"Ini yang menurut saya pengkhianat. Sebentar nanti Kau bantah. Abang lagi ngomong nih," pinta Saor Siagian.

"Enggak ada Abang-abang di sini Bang. Saya bicara," ucap Masinton Pasaribu.

"Kau diam dulu, kau diam dulu !" kata Saor Siagian.

"Yang saya bicarakan fakta. Kau bicara apa ? Sampaikan itu fakta, jangan akting Kau, jangan asumsi," imbuh Masinton Pasaribu ngotot.

"Kau diam, kau diam !" ujar Saor Siagian seraya menunjuk-nunjuk Masinton.

Melanjutkan argumennya, Saor Siagian pun mengungkap sial adanya sinyal dari partai untuk melemahkan KPK.

"Coba bayangkan, ada petugas, hanya karena tidak dibacakan kemudian mengatakan ini adalah orang-orang yang liar. Dari awal partai (PDIP) ini memang mau melemahkan ( KPK) adalah fakta," kata Saor Siagian.

Tak hanya itu, Saor Siagian juga menceritakan soal momen ketika penyidik KPK dihalang-halangi kerjanya oleh oknum kepolisian.

Saor Siagian pun dengan tegas meminta hal itu harus segera diusut.

"Sudah diklarifikasi oleh pimpinan KPK bahwa penyidik KPK pergi ke Tirtayasa, ke PTIK. Penyidik ini bukannya dibantu untuk melakukan tindakan penyelidikan, tetapi yang terjadi mereka bukan sekadar disandera, mereka sampai dites urine. Ini sangat serius,"

"Siapa orang-orang yang mengaku kepolisian ini yang berani kemudian menyandera bahkan mengetes penyidik KPK ? Sampai subuh baru mereka dilepaskan," ungkap Saor Siagian.

Dalam pernyataannya itu, Saor Siagian pun mengungkap kekhawatirannya selama ini.

"Saya khawatir jangan-jangan ada subordinasi di kepolisian. Jangan-jangan ada orang kerja mengatasnamakan polisi kemudian menyandera penegak hukum. Ini harus diusut tuntas," pinta Saor Siagian.

Masinton Pasaribu dan Saor Siagian nyaris adu jotos saat live (Youtube channel Indonesia Lawyers Club)

Usai mendengar tudingan dari Saor Siagian, Masinton Pasaribu pun langsung menanggapinya dengan keras.

Pun dengan tudingan dari Saor Siagian yang seolah ditunjukkan untuk PDIP.

Dengan nada tegas, Masinton Pasaribu bahkan menyebut bahwa pernyatan Saor Siagian adalah konyol.

"Ini pernyataannya tendesius ke partai kami, PDIP. Anda kan orang hukum, di mana hukum itu ? Tolong saudara jelaskan, jangan berasumsi," ucap Masinton Pasaribu.

"Pernyataan Anda dengan menuding ada penyanderaan di KPK, itu pernyataan berbahaya, pernyatan itu yang harus Anda koreksi. Ada KPK menyatakan personil kami disandera ? Pernyataan Anda itu pernyataan konyol menurut saya," sambungnya.

Tak terima disebut konyol, Saor Siagian membalasnya dengan cepat.

Saor Siagian dengan percaya diri bercerita kembali soal adanya penyanderaan terhadap personil KPK.

Mendengar pernyataan itu, Masinton Pasaribu pun meminta Saor Siagian untuk berhenti berasumsi.

"Eh kau yang konyol, kau yang konyol. Bang Karni bisa dicek ke pimpinan KPK," timpal Saor Siagian.

"Ada kalimat penyanderaan polisi terhadap personil KPK ?. Anda ngomong ngejeplak tanpa data, bicara pakai data jangan pakai asumsi," tanya Masinton Pasaribu.

"Makanya saya mengatakan bahwa pimpinan KPK mengatakan sampai subuh penyidik KPK baru dilepaskan," pungkas Saor Siagian.

"Ini bahaya ini pernyataannya. Ini ditonton banyak orang," ucap Masinton Pasaribu.

"Mereka dites urine-nya, ini menurut saya lebih dari disandera. Ini harus diusut tuntas siapa polisi ini. Apakah dia ditugaskan oleh saudara Kapolri ?" imbuh Saor Siagian.

LihatTutupKomentar
Loading...