> Anies Pontang-Panting Dipusingkan Banjir, Eh Digugat Warga Lagi
Loading...

Anies Pontang-Panting Dipusingkan Banjir, Eh Digugat Warga Lagi

Loading...
Loading...


Warga DKI Jakarta yang menamakan dirinya Tim Advokasi Korban Banjir DKI Jakarta rencananya akan menggugat Gubernur seiman, siapa lagi kalau bukan gubernur tercinta Anies Baswedan. Mereka mengklaim akan segera melayangkan gugatan kepada Anies karena dia dianggap merugikan masyarakat akibat banjir di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Diarson Lubis, Sh bersama dua orang dari tim advokasi lainnya yaitu Alvon K. Palma, SH, dan Ridwan Darmawan, SH memiliki alasan mengapa melayangkan gugatan tersebut kepada Anies Baswedan. "Gugatan akan dilakukan secepatnya. Alasannya karena ada hak masyarakat yang merasa dirugikan. (Tergantung dengan klasifikasi dari masyarakat yang dirugikan)," kata Diarson Lubis.

Penulis agak kurang paham masalah hukum, karena bukan pakar hukum. Tapi kita simak saja deh, karena yang pusing itu adalah Anies. Kita mah cuma melihat bagaimana Anies dihantam bertubi-tubi dari segala arah akibat sikap keras kepalanya sendiri.

Menurut mereka, Anies dinilai melakukan perbuatan melawan hukum. "Perbuatan melawan hukum adalah perbuatan yg bertentangan atau tidak dilakukan sesuai peraturan yang berlaku, soal yang mana dilanggar kami inventarisasi dengan aduan masyarakat, karena masing-masing kelas berbeda akibat yang ditimbulkan," kata Diarson.

"Ganti rugi belum konkret karena kerugian masing masing kelas berbeda beda, ini baru bisa disimpulkan setelah data final. (Finalisasi data) dilakukan awal minggu depan," katanya lagi.

Sepertinya mereka tidak main-main dalam hal ini. Mereka serius ingin menggugat gubernur karena dianggap tidak mampu dan lalai dalam pencegahan dan penanggulangan banjir yang juga telah mengakibatkan jatuhnya sejumlah korban jiwa dan kerugian materiil yang sangat besar. "Bagi para warga masyarakat yang merasa dirugikan (terdampak langsung maupun tidak langsung) atas bencana banjir besar Jakarta kali ini dapat memberikan data, nama, alamat, no tlp/HP, KTP DKI, rincian dan perkiraan jumlah kerugian, foto-foto bukti kerugian ... Email ke: banjirdki2020@gmail.com," kata mereka.

Penulis tak tahu apakah gugatan ini akan berhasil, pun tak paham apakah gugatan ini berefek. Kita lihat saja nanti. Tapi terlepas dari itu, memang sudah seharusnya Anies ini ditampar keras-keras agar sadar dari keangkuhannya. Dia terlalu keras kepala menganggap ide sendiri paling hebat padahal terdengar konyol. Dia terlalu sombong tidak mau bekerja sama dengan pihak lain, malah cenderung cari masalah dengan menyalahkan mereka.

Lihat saja normalisasi yang dulu berhasil menurunkan jumlah titik banjir. Bahkan ada cerita di mana wilayah yang jadi langganan banjir malah tidak banjir lagi. Sekarang malah kebalikannya, ada wilayah yang tidak pernah banjir malah jadi banjir. Anies saking keras kepalanya, tidak mau melanjutkan normalisasi, malah menjual narasi naturalisasi yang tak jelas itu. Normalisasi hanya berjalan 50 persen itu pun semuanya sumbangan Jokowi dan Ahok dulu. Seandainya Anies selesaikan normalisasi, kalau pun misalnya banjir, pasti tidak akan separah ini. Efek lebih banyak habiskan waktu berkoar-koar, sehingga pekerjaan terbengkalai, dan banjir memakan korban jiwa.

Melihat Anies yang masih saja merasa tidak bersalah dan berniat melemparkan kesalahan ke pihak lain, penulis mendukung kalau Anies digugat oleh Tim Advokasi Korban Banjir DKI Jakarta. Anies ini sudah melewati batas, sudah masuk ke level kurang ajar, suka membangkang dan merusak rencana dari pemerintah pusat. Konsekuensinya, Anies harus diserang habis-habisan.

Kalau sikap buruk orang ini tidak dihentikan, Jakarta masih ada 3 tahun lagi buat dipimpin gubernur bodoh ini. Mau sampai kapan banjir ini terus terjadi? Apakah mau banjir begini jadi langganan musiman? 3 tahun dipimpin gubernur tak becus, sangat amat lama. Jakarta tak boleh dibiarkan makin rusak di tangan gubernur tak tahu malu ini. Bukannya introspeksi diri, malau bikin keadaan makin kacau dengan melempar alasan sensasional.

Jelas-jelas tuh gubernur tidak ngapa-ngapain buat benahi Jakarta dari banjir kecuali menjual narasi sampah. Coba deh dengar koar-koar anggota TGUPP Anies yang bilang harusnya air ditangkap di hulu yang merupakan kewenangan pemerintah pusat bukan tanggung jawab Anies. Anggota TGUPP-nya terlalu pintar sehingga gubernurnya pun ikutan jadi terlalu pintar.

Saatnya warga bertindak menyuarakan keluhan dan membangunkan Anies dari kesombongannya dengan tamparan keras. Mau gugat, silakan. Negara ini negara hukum. Anies siap-siap. Sudah dipusingkan banjir, dikritik habis-habisan, lelah cari kambing hitam baru, eh mau digugat pula. Nasib dia deh.

LihatTutupKomentar
Loading...